Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur pariwisata di Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Latar belakang penelitian ini adalah ketidakseimbangan antara bertambahnya jumlah wisatawan dan kualitas infrastruktur publik yang masih kurang, terutama dalam hal kebersihan, sarana umum, dan keterlibatan masyarakat lokal. Studi ini mengaplikasikan pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung oleh data kuantitatif. Data awal didapatkan lewat wawancara mendalam bersama pejabat Dinas Pariwisata, komunitas lokal, dan pelaku usaha, serta melalui pengamatan di lapangan. Data sekunder diambil dari dokumen resmi pemerintah, laporan Badan Pusat Statistik, publikasi ilmiah, dan berita media online. Hasil studi menunjukkan bahwa pemerintah lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan promosi pariwisata, namun kurang memberikan perhatian pada pemeliharaan sarana publik. Sektor swasta menguasai investasi pada hotel dan resor, tetapi partisipasinya dalam tanggung jawab sosial perusahaan masih minim. Masyarakat setempat terlibat melalui usaha kecil dan layanan pariwisata, namun partisipasi mereka masih terbatas akibat kurangnya modal dan pelatihan yang minim. Analisis dengan memanfaatkan teori sistem David Easton, pengelolaan kolaboratif, serta konsep pariwisata berkelanjutan menunjukkan bahwa keterbatasan utama terdapat pada minimnya kolaborasi antaraktor. Penelitian ini menyatakan bahwa keberlanjutan pariwisata Pantai Anyer hanya bisa terwujud melalui kerjasama setara antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat yang mengharmoniskan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Copyrights © 2026