Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan filsafat yang digunakan oleh Imam al-Ghazali dalam karya monumentalnya Tahafut al-Falasifah. Fokus kajian ini adalah pada metodologi filsafat yang menjadi dasar kritik al-Ghazali terhadap pemikiran para filosof Islam klasik seperti Ibn Sina dan al-Farabi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap teks primer dan literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ghazali tidak menolak filsafat secara total, melainkan melakukan rekonstruksi terhadap batas-batas rasionalitas berdasarkan prinsip teologis Asy‘ariyah. Pendekatan analitis-dialektis yang digunakannya menunjukkan bahwa al-Ghazali memahami dengan mendalam logika filsafat, kemudian mengembalikannya ke dalam bingkai wahyu. Dengan demikian, Tahafut al-Falasifah bukan hanya kritik terhadap pemikiran para filosof, tetapi juga manifestasi dari filsafat al-Ghazali sendiri yang mengintegrasikan akal, iman, dan wahyu secara harmonis.
Copyrights © 2026