Teori Hologram atau Prinsip Holografik, sebagai salah satu konsep mutakhir dalam fisika teoretis, mengemukakan bahwa ruang tiga dimensi pada dasarnya adalah hologram dari dimensi yang lebih tinggi darinya. Gagasan ini membuka peluang dialog konseptual antara sains dan teologi, khususnya dalam menjembatani pemahaman metafisik tentang asal-usul alam semesta dalam perspektif Islam dan Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan prinsip holografik dengan konsep creatio ex nihilo dan Lauh Mahfudz dalam Islam, serta konsep maya dan siklus kosmik dalam Hindu, melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis analisis pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip holografik sejalan dengan pandangan Islam tentang alam semesta sebagai proyeksi dari informasi yang tertulis dalam Lauh Mahfudz, memperkuat konsep ketergantungan segala ciptaan pada Tuhan yang Maha Esa. Di sisi lain, dalam kosmologi Hindu, teori holografik mendukung pandangan bahwa alam semesta adalah manifestasi maya, sebuah proyeksi temporer dari realitas absolut, Brahman. Dengan demikian, prinsip holografik menawarkan jembatan pemahaman antara sains dan metafisika, memungkinkan terciptanya dialog yang lebih integratif antara ilmu pengetahuan modern dan wawasan spiritual keagamaan.
Copyrights © 2026