Latar Belakang: Penurunan produksi estrogen selama masa menopause berdampak pada kualitas hidup dengan memicu berbagai gejala menopause serta meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Setelah transisi menopause, ketika kadar estrogen dalam tubuh perempuan menurun, risiko penyakit kardiovaskular meningkat secara signifikan. Pada usia lanjut, perempuan memiliki risiko kejadian kardiovaskular yang setara atau bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Konsumsi kedelai berpotensi menurunkan gejala dan keluhan menopause karena kandungan fitoestrogennya. Fitoestrogen memiliki struktur dan fungsi yang menyerupai estrogen, sehingga berpotensi menjadi alternatif terapi pengganti hormon dalam mengurangi gejala pramenopause, seperti hot flashes, yang disebabkan oleh penurunan kadar estrogen dalam tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara spesifik pengaruh konsumsi susu kedelai terhadap gejala menopause dan kualitas hidup pada perempuan menopause. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi susu kedelai berpengaruh signifikan dalam menurunkan gejala menopause dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Selain itu, kualitas hidup perempuan menopause juga mengalami peningkatan yang signifikan setelah intervensi susu kedelai dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Intervensi susu kedelai berpengaruh terhadap penurunan gejala menopause serta peningkatan kualitas hidup pada perempuan menopause.
Copyrights © 2026