Sungai Sebamban merupakan sungai yang terletak di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan memiliki panjang 21,859 m. Sungai tersebut memiliki permasalahan dari segi kualitas air. Tingginya aktivitas pertambangan batu bara menyebabkan semakin meningkat jumlah pencemaran logam berat tembaga (Cu) di sungai. Sehingga, dilakukan upaya penurunan dengan memanfaatkan konsep adsorben berupa ampas teh sebagai material penyerap logam. Ampas teh mengandung selulosa dan memiliki lapisan serat pori-pori yang mampu menyerap logam berat. Penelitian menggunakan True Eksperimental dengan pendekatan Post Test Only Control Group Design. Penelitian dilakukan dengan memberikan perlakuan pada sampel air sungai dengan teknik perendaman ampas teh dengan variasi waktu kontak (30, 60, dan 90 menit) yang bertujuan untuk mengamati pengaruh penurunan kadar tembaga (Cu) yang ditimbulkan menggunakan Spekrofotometer Serapan Atom (SSA). Penurunan kadar tembaga (Cu) pada waktu 90 menit menunjukkan waktu kontak optimum dengan persentase sebesar 65%. Hasil analisis data uji Kruskal-Wallis menghasilkan nilai signifikansi 0,001 0,05 yang artinya terdapat pengaruh perbedaan variasi waktu kontak terhadap penurunan kadar tembaga (Cu). Pemberian adsorben ampas teh dengan variasi waktu kontak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar tembaga (Cu) pada air sungai Sebamban.
Copyrights © 2026