Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan sistolik melebihi 140 mmHg serta tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Lansia berisiko mengalami hipertensi karena adanya perubahan fisiologis akibat proses penuaan. Upaya non-farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah adalah senam hipertensi, yaitu latihan fisik yang dirancang khusus untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Latihan ini terbukti mampun memperbaik sirkulasi darah, memperkuat kerja jantung, serta mendukung kesehatan dan kualitas hidup pada lansia. Menghadapi hipertensi pada lansia melibatkan terdapat dua pendekatan pokok, yakni terapi farmakologi dan non-farmakologi. Metode farmakologis melibatkan pemanfaatan obat antihipertensi misalnya diuretik, ACE inhibitor, maupun beta-blocker. Sementara itu, cara non-farmakologis sangat penting dalam mengendalikan tekanan darah melalui penerapan pola hidup sehat. Tindakan ini mencakup menjaga berat badan yang ideal, mengatur diet rendah garam, memperbanyak konsumsi sayur dan buah buahan, menghindari minuman beralkohol, berhenti merokok, mengelola stres, serta rutin berolahraga seperti senam hipertensi. Hasil dari pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu senam hipertensi telah dilakukan secara berkelanjutan setiap hari jumat pagi. Evaluasi yang dilakukan dibulan berikutnya terjadi penurunan pada tekanan darah sistolik dan diastolik pada 15 peserta lansia yang tercatat memiliki riwayat hipertensi dengan tekanan darah tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan senam hipertensi secara teratur dapat meningkatkan kelenturan pembuluh darah yang mampu menurunkan tekanan darah menjadi lebih rendah. Senam hipertensi termasuk satu olahraga yang terbukti mampu membantu menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi.
Copyrights © 2025