Pesantren menghadapi banyak tantangan dalam membentuk kedisiplinan santri karena memang pesantren berfokus dalam penanaman karakter yang baik kepada santri. Pola komunikasi memainkan peranan penting dalam menanamkan dan pembentukan kedisiplinan santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi guru pembimbing asrama dengan santri dalam pembimbingan di asrama serta untuk mengetahui pola komunikasi yang dapat meningkatkan kedisiplinan di Asrama Al-Fajr Ma’had Al-Zaytun Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang melibatkan pengamatan langsung dan interaksi dengan subjek penelitian dalam lingkungan alami mereka. Proses pencarian data mengimplikasikan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pembimbing asrama dengan santri di Asrama Al-Fajr Ma’had Al-Zaytun berlangsung dalam berbagai bentuk pola komunikasi, mulai dari rantai, roda, Y, lingkaran, bintang, hingga rantai terputus, yang dipengaruhi oleh karakter guru dan kondisi santri. Secara umum, guru tidak hanya berperan sebagai pemberi instruksi, tetapi juga sebagai teladan, orang tua, kakak, dan teman bagi santri. Pola komunikasi yang paling efektif dalam meningkatkan kedisiplinan adalah pola roda yang terstruktur, jelas, dan konsiten karena mampu menjaga otoritas sekaligus menyesuaikan pendekatan personal. Kata Kunci: Pola komunikasi, Guru, Kedisiplinan santri, Asrama.
Copyrights © 2025