Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana religiosity dan consumer animosity mempengaruhi Boycott Motivation produk McDonald's di Kota Medan. Fenomena boikot produk Barat yang terjadi di kalangan masyarakat di Indonesia menjadi masalah sosial-ekonomi yang menarik karena mencerminkan hubungan antara nilai keagamaan, perasaan sosial, dan perilaku konsumsi. Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) teknik kuantitatif eksplanatori yang digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan mengirimkan kuesioner kepada 100 pelanggan di Kota Medan yang mengetahui atau pernah membeli barang McDonald's. Hasil penelitian menunjukkan bahwa consumer animosity berpengaruh positif dan signifikan terhadap Boycott Motivation produk McDonald's, sedangkan religiusitas berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Boycott Motivation. Nilai R2 sebesar 0,475 menunjukkan bahwa kedua faktor ini dapat berkontribusi pada 47,5 persen dari variasi Hasil ini menunjukkan bahwa, daripada religiosity secara langsung, faktor emosional dan sosial terhadap negara asal produk, lebih banyak memengaruhi perilaku Boycott Motivation di Kota Medan.
Copyrights © 2026