Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan sistem bioelektrokimia yang mengonversi energi kimia dari aktivitas metabolisme mikroorganisme menjadi energi listrik. Proses ini melibatkan reaksi reduksi dan reaksi oksidasi yang berlangsung secara simultan dalam transfer elektron. Air lindi merupakan salah satu limbah yang mengandung senyawa organik biodegradable dalam konsentrasi tinggi yang dapat menjadi sumber energi listrik ramah lingkungan melalui teknologi Microbial Fuel Cell. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Microbial Fuel Cell menggunakan air lindi sebagai substrat dengan konfigurasi dua unit reaktor yang dihubungkan secara seri guna menaikkan tegangan output sistem. Pengamatan dilakukan selama tiga hari, dan dilakukan pengamatan setiap hari dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB dengan interval pengukuran setiap satu jam terhadap parameter tegangan, arus, dan daya listrik. Hasil pengukuran menunjukkan tegangan stabil pada kisaran 1,287–1,439 V dengan rata-rata 1,38 V. Arus tercatat berfluktuasi antara 1,19–1,57 mA dengan rata-rata 1,37 mA, sedangkan daya berada pada rentang 1,52–2,19 mW dengan rata-rata 1,90 mW. Temuan ini mengindikasikan bahwa air lindi dapat digunakan sebagai substrat MFC, meskipun daya yang dihasilkan masih terbatas untuk kebutuhan praktis.
Copyrights © 2025