AbstractTourism promotion is crucial for enhancing destination attractiveness, yet Untung Jawa Island faces significant challenges in promoting its marine tourism potential despite its strategic location near Jakarta. This study analyzes the promotional strategies of Untung Jawa Island as a marine tourism attraction in Kepulauan Seribu. Using a qualitative descriptive approach and SWOT analysis, data were collected through in-depth interviews with eight key informants including Pokdarwis members, local tourism operators, government representatives, and tour guides. The findings reveal that while the community actively engages in social media-based promotion, significant barriers persist including low digital literacy, lack of integrated branding among stakeholders, and limited human resources in digital marketing. The SWOT analysis yielded an IFAS score of 2.92 and EFAS score of 2.85, indicating moderate internal strength with promising external opportunities. The study recommends four strategic approaches: SO strategy emphasizing digital promotion synergy and educational tourism branding; WO strategy focusing on capacity building through digital marketing training; ST strategy strengthening local wisdom-based destination image; and WT strategy establishing stakeholder communication forums and optimizing low-season promotions to enhance competitiveness and sustainable tourism development.Keywords: Promotional Strategy; Marine Tourism; Untung Jawa Island; Community Based Tourism; SWOTÂ AbstrakPromosi pariwisata merupakan aspek penting dalam meningkatkan daya tarik destinasi, namun Pulau Untung Jawa menghadapi tantangan signifikan dalam mempromosikan potensi wisata baharinya meskipun memiliki lokasi strategis dekat Jakarta. Penelitian ini menganalisis strategi promosi Pulau Untung Jawa sebagai daya tarik wisata bahari di Kepulauan Seribu. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan delapan informan kunci meliputi anggota Pokdarwis, pelaku usaha wisata lokal, perwakilan pemerintah, dan pemandu wisata. Temuan menunjukkan bahwa meskipun masyarakat aktif dalam promosi berbasis media sosial, masih terdapat hambatan signifikan berupa literasi digital rendah, kurangnya branding terintegrasi antar pemangku kepentingan, dan keterbatasan SDM pemasaran digital. Analisis SWOT menghasilkan skor IFAS 2,92 dan EFAS 2,85 yang menunjukkan kekuatan internal moderat dengan peluang eksternal yang menjanjikan. Penelitian ini merekomendasikan empat pendekatan strategis: strategi SO yang menekankan sinergi promosi digital dan branding wisata edukatif; strategi WO yang fokus pada pengembangan kapasitas melalui pelatihan digital marketing; strategi ST yang memperkuat citra destinasi berbasis kearifan lokal; dan strategi WT yang membentuk forum komunikasi pemangku kepentingan serta optimalisasi promosi musim sepi untuk meningkatkan daya saing dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.Kata Kunci : Strategi Promosi; Wisata Bahari; Pulau Untung Jawa; Pariwisata Berbasis Masyarakat; SWOT
Copyrights © 2026