Stadion Manahan Solo, sebagai elemen vital dalam Program Surakarta Smart City, menghadapi tantangan signifikan dalam aspek keberlanjutan energi, ketersediaan air minum yang bagi pengunjung, serta efisiensi dan keamanan sistem parkir kendaraan. Penelitian ini mengajukan sebuah konsep inovasi berkelanjutan yang terintegrasi, meliputi tiga solusi fundamental. Pertama, konversi energi piezoelektrik yang memanfaatkan tekanan mekanis dari langkah kaki pengunjung. Dengan menggunakan material Barium Titanat (BaTiO₃) yang lebih ramah lingkungan, sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan daya listrik rata-rata sebesar 1.428 watt per hari, daya tersebut mampu mendukung operasional infrastruktur pendukung seperti pencahayaan LED, sistem CCTV, hingga sistem parkir cerdas. Kedua, implementasi sistem pemurnian air hujan menggunakan metode multi-barrier yang komprehensif, mencakup tahap filtrasi sedimen, karbon aktif, ultrafiltrasi, dan sterilisasi UV. Sistem ini dirancang untuk menghasilkan volume air layak konsumsi sekitar ±35.700 liter per siklus tampungan, memenuhi standar kualitas air minum sekaligus mengatasi isu kualitas air hujan di perkotaan. Ketiga, pengembangan sistem parkir cerdas terintegrasi Kecerdasan Buatan (AI), khususnya dengan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) yang telah terbukti efektif dalam analisis citra untuk deteksi objek dan pengenalan pola di area parkir (Guo et al., 2021), yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan parkir, menyediaan informasi ketersediaan slot secara real-time, serta meningkatkan aspek keamanan melalui deteksi aktivitas mencurigakan dan manajemen kendaraan.. Sinergi dari ketiga inovasi ini diharapkan dapat mentransformasi Stadion Manahan menjadi sebuah "Smart Eco Stadium" yang modern, efisien, dan berkelanjutan, selaras dengan visi Surakarta Smart City serta berkontribusi aktif terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Copyrights © 2025