Latar belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan keadaan yang berkembang secara bertahap dan menyebabkan fungsi ginjal semakin menurun pengganti ginjal berupa hemodialisis. Salah satu keluhan yang sering dialami pasien hemodialisis adalah sesak napas (dispnea), yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kelebihan volume cairan dan anemia. Studi ini tujuan untuk memahami berbagai faktor yang berkontribusi terhadap sesak napas pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang berpengaruh terhadap gejala sesak napas pada pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menerapkan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang memanfaatkan data sekunder dari catatan medis. Terdapat sebanyak 211 pasien yang sesuai kriteria inklusi. Variabel yang dianalisis mencakup Interdialytic Weight Gain (IDWG) sebagai tanda kelebihan cairan dan konsentrasi hemoglobin sebagai penanda anemia. Pengolahan data dilakukan secara univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hampir semua pasien mengalami sesak napas. Mayoritas responden memiliki kategori IDWG baik, namun masih ditemukan pasien dengan IDWG berisiko. Berdasarkan kadar hemoglobin, sebagian pasien berada pada kategori anemia sedang. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Overload cairan dan anemia berperan penting terhadap sesak napas, sehingga pemantauan IDWG dan manajemen anemia perlu ditingkatkan.
Copyrights © 2025