Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terhadap peningkatan laba bersih dan kinerja keuangan secara keseluruhan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 48 UMKM yang telah menerapkan QRIS, dengan analisis dilakukan menggunakan pendekatan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier berganda (OLS). Hasil menunjukkan bahwa kepuasan terhadap implementasi QRIS (rata-rata 4.4 dari skala 5) dan persepsi terhadap pengurangan risiko keuangan (rata-rata 4.4) cukup tinggi. Korelasi positif kuat ditemukan antara frekuensi penggunaan QRIS dan perubahan laba bersih (r = 0.45, p < 0.01). Model regresi membuktikan bahwa frekuensi penggunaan QRIS merupakan faktor paling signifikan dalam peningkatan laba bersih (β = 0.55, p < 0.05), menjelaskan 35% variasi laba bersih. Dalam konteks kebijakan, hasil ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih fokus pada stimulasi penggunaan rutin QRIS dibanding hanya adopsi teknologi. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa QRIS bukan sekadar alat pembayaran digital, tetapi juga sebagai pendorong utama kinerja keuangan UMKM
Copyrights © 2026