Kebutuhan Jeruk nipis selalu meningkat, sehingga berbagai upaya dan cara dilakukan untuk perkembangbiakan dan budidaya tanaman jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan akar dan arang sekam sebagai campuran top soil pada media tanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan november 2023 sampai bulan februari 2024. Rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diteliti, yaitu : Faktor 1 : Uji coba pemberian bawang merah pada stek tanaman jeruk dengan 3 taraf, yaitu : B0 = Tanpa pemberian ekstrak bawang merah. B1 = Pemberian bawang merah dengan cara di ekstrak lalu direndam selama 15 menit dengan dosis ¼ kg bawang merah/1 liter air. B2 = Pemberian ekstrak bawang merah dengan cara ditancapkan pada pangkal ranting stek.Faktor 2 : Uji coba pemberian arang sekam pada stek tanaman jeruk dengan 3 taraf, yaitu :A0 = Tanpa pemberian arang sekam, A1= Menggunakan arang sekam + top soil 1:1. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam dapat diketahui bahwa pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun dan diameter batang namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas, waktu tumbuh tunas, dan panjang akar. Perlakuan terbaik terdapat pada (B1). Untuk perlakuan ekstrak bawang merah dan media tanam arang sekam berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, sedangkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah tunas, waktu tumbuh tunas, diameter batang dan panjang akar. Perlakuan terbaik terdapat pada (A0). Dan hasil interaksi pemberian bawang merah dan media tanam arang sekam berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas, waktu tumbuh tunas, diameter batang, dan panjang akar.
Copyrights © 2024