Pola konsumsi masyarakat jarang menyukai makanan tradisional, karena cita rasanya yang dirasa kurang, tampilan yang kurang menarik dan lain sebagainya sehingga masyarakat lebih menggemari makanan siap saji, atau makanan inovasi. Inovasi makanan yang tersedia pada saat ini telah tediri dari beraneka ragam, sebagai contoh adalah olahan tepung, diantaranya cheesecake. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung labu kuning terhadap karakteristik fisik, kimia, sifat organoleptik dan perlakuan terbaik cheesecake. Metode penelitian yang diterapkan adalah rangkaian acak kelompok non faktorial (RAK) dengan 6 perlakuan dan 3 kali pengulangan dengan analisa sidik ragam ANOVA dilanjutkan dengan duncan. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari F0 (0% tepung labu kuning), F1 (15% tepung labu kuning), F2 (30% tepung labu kuning), F3 (45% tepung labu kuning), F4 (60% tepung labu kuning) dan F5 (75% tepung labu kuning). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pada F2 (30% tepung labu kuning) yakin 67,41 % keempukan, 4,46 % tekstur, warna L (Cerah) 62,00, warna a (kemerahan) 11,00 dan warna b (kuning) 52,00%. Sifat kimia yang dihasilkan yakni mengandung kadar serat pangan 1,30% dan mengandung kadar lemak 14,40%. Cheesecake yang dihasilkan pada perlakuan F2 beraroma labu kuning yang lemah, berasa agak khas labu kuning, bertekstur lembut dan halus, serta menghasilkan pori pori agak seragam.
Copyrights © 2025