Abstrak Berdasarkan Fatwa DSN-MUI No.107/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah, pemenuhan kriteria rumah sakit syariah mencakup dua komponen utama, yaitu manajemen dan pelayanan. Komponen manajemen meliputi 11 dimensi nilai-nilai syariah, sedangkan komponen pelayanan mencakup 13 dimensi nilai-nilai syariah yang harus diterapkan oleh rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi konsep manajemen dan pelayanan rumah sakit syariah di Rumah Sakit Umum Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati, relevansinya dengan Fatwa DSN-MUI No.107/DSN-MUI/X/2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yuridis empiris. Data diperoleh dari Fatwa DSN-MUI terkait, data internal rumah sakit, serta studi literatur berupa jurnal dan pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati telah menerapkan sebagian besar aspek manajemen rumah sakit syariah, meskipun dua unsur belum terlaksana optimal, yaitu penggunaan produk halal serta pemanfaatan jasa lembaga keuangan syariah. Pada aspek pelayanan, masih terdapat tiga dari 13 unsur yang belum terpenuhi. Peluang penerapan rumah sakit syariah dinilai sangat besar dan berpotensi menjadikan RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati sebagai pionir rumah sakit syariah di wilayah Pati Raya, dengan tantangan utama pada aspek sumber daya manusia. Kata Kunci: Manajemen Syariah, Pelayanan Syariah, Rumah Sakit Syariah. Abstract Based on DSN-MUI Fatwa No. 107/DSN-MUI/X/2016 on Guidelines for Sharia-Based Hospitals, sharia hospital compliance consists of two main components: management and services. The management component comprises 11 dimensions of sharia values, while the service component includes 13 dimensions. This study aims to examine the implementation of sharia-based hospital management and services at Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah General Hospital in Pati, assess its relevance to DSN-MUI Fatwa No. 107/DSN-MUI/X/2016. This research employed a qualitative case study with an empirical juridical approach. Data were collected from relevant DSN-MUI fatwas, internal hospital documents, and supporting literature. The findings show that the hospital has implemented most sharia management aspects; however, two of the 11 management dimensions—halal-certified products and the use of Islamic financial institutions—have not been fully fulfilled. In terms of services, three out of 13 dimensions remain unmet. The implementation of the sharia hospital concept offers significant opportunities and positions the hospital as a potential pioneer of sharia hospitals in the Pati region, with the main challenge related to human resource capacity. Keywords: Sharia Hospital, Sharia Management, Sharia Services.
Copyrights © 2026