Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah rawan banjir yang memerlukan penanganan cepat dan efektif terutama dalam hal distribusi bantuan sosial (bansos). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo dalam proses pendistribusian bantuan sosial (bansos) bagi korban banjir, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, serta menelaah dampak distribusi tersebut terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengkaji literatur dari jurnal, laporan pemerintah, dan dokumen relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial berperan aktif dalam menyalurkan bansos berupa sembako, dapur umum, dan fasilitas pengungsian, dengan dukungan koordinasi antarinstansi. Namun, proses distribusi masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketidakakuratan data penerima, akses yang sulit, koordinasi yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia dan logistik, serta keterbatasan anggaran. Distribusi bansos terbukti memiliki dampak besar dalam memenuhi kebutuhan dasar, menjaga kesehatan, memperkuat ketahanan sosial, dan mendukung pemulihan ekonomi korban banjir. Untuk ke depan, diperlukan upaya seperti digitalisasi pendataan, peningkatan kapasitas SDM, penguatan infrastruktur, serta kolaborasi lintas sektor guna memperkuat sistem distribusi bansos. Kajian ini diharapkan menjadi masukan bagi perbaikan manajemen distribusi bantuan sosial agar lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Copyrights © 2026