Masalah anak putus sekolah merupakan isu sosial yang signifikan di Kecamatan Alafan, Kabupaten Simeulue, yang berpotensi meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab, peran, serta upaya Dinas Sosial dalam penanganan anak putus sekolah di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab putus sekolah bersifat multidimensi, meliputi ekonomi, sosial budaya, fasilitas pendidikan, serta lingkungan dan motivasi anak. Peran Dinas Sosial tidak terbatas pada bantuan material, tetapi mencakup aspek pemberdayaan, pembinaan, dan kolaborasi lintas sektor. Upaya pencegahan yang dilakukan meliputi pendataan, bantuan sosial, pemberdayaan keluarga, penyuluhan, dan kolaborasi. Simpulan penelitian menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dan berkelanjutan dalam menekan angka putus sekolah.
Copyrights © 2026