Pendahuluan: Melukat merupakan ritual penyucian diri khas Bali yang semakin banyak dipraktikkan dalam konteks pariwisata kesehatan dan spiritual. Tradisi ini diyakini memberikan ketenangan psikologis, pengurangan stres, serta keseimbangan emosional bagi para peserta. Hipertensi sendiri berkaitan erat dengan stres kronis, sehingga intervensi berbasis relaksasi menjadi salah satu strategi non-farmakologis yang relevan. Wellness tourism di Bali menyediakan ruang untuk mengintegrasikan praktik budaya seperti melukat ke dalam program kesehatan holistik. Oleh karena itu, penting untuk meninjau potensi hubungan antara melukat dan manajemen hipertensi dalam kerangka wellness tourism. Metode: Tinjauan literatur dilakukan dengan menelusuri artikel antropologi, studi kualitatif, serta penelitian medis terkait stres, intervensi relaksasi, dan tekanan darah. Data dianalisis secara naratif digunakan untuk mengidentifikasi mekanisme relevan dan peluang integrasi dalam wellness tourism. Pembahasan: Temuan menunjukkan bahwa melukat berpotensi menurunkan stres melalui mekanisme psikologis, spiritual, dan aktivasi sistem saraf parasimpatis. Meskipun demikian, bukti klinis langsung terhadap penurunan tekanan darah masih terbatas dan memerlukan penelitian intervensional lebih lanjut. Simpulan: Melukat memiliki nilai potensial sebagai bagian dari terapi adjuvan hipertensi berbasis pendekatan holistik dan budaya. Integrasinya dalam wellness tourism Bali menjanjikan, tetapi membutuhkan validasi ilmiah agar dapat diterapkan secara aman dan terstandar. Kata Kunci: Melukat, hipertensi, stres, relaksasi, wellness tourism
Copyrights © 2026