Penelitian ini mengkaji pengaruh harga obligasi dan yield terhadap tingkat suku bunga di Provinsi Bengkulu selama periode 2014–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan resmi Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penentuan periode sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan menggunakan data runtut waktu (time series) selama sepuluh tahun. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan transformasi logaritma natural, serta didukung oleh koefisien determinasi (R²), korelasi berganda (R), dan pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga obligasi (X₁) dan yield (X₂) secara simultan mampu menjelaskan sebesar 99,6% variasi tingkat suku bunga (Y), sedangkan sisanya sebesar 0,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Variabel harga obligasi berpengaruh negatif terhadap tingkat suku bunga dengan koefisien sebesar –4,421, yang mengindikasikan bahwa peningkatan harga obligasi cenderung menurunkan tingkat suku bunga. Sementara itu, variabel yield memiliki koefisien positif sebesar 2,291 namun tidak berpengaruh secara signifikan secara statistik. Hasil uji F menunjukkan bahwa kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat suku bunga, sedangkan uji t mengungkapkan bahwa hanya variabel harga obligasi yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat suku bunga di Provinsi Bengkulu.
Copyrights © 2026