Kejadian infeksi saluran pencernaan dan pernafasan merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi di Indonesia yang disebabkan oleh pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dini. Pemberian MPASI dini pada bayi dengan ASI parsial lebih beresiko terserang diare, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi dengan ASI predominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MPASI dini di desa Pulau payung tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan populasi seluruh ibu yang mempunyai bayi dan balita di Desa Pulau Payung pada periode Januari 2026 yang berjumlah 568 orang dengan sampel sebanyak 82 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Data penelitian menunjukkan sebanyak 5,1% responden memberikan MPASI dini kepada bayinya, 51% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang MPASI, 62,7% responden dengan kecukupan ASI, 52,9% responden dengan kategori tidak bekerja dan sebanyak 54,9% responden mendapatkan dukungan dari keluarga. Hasil analisis menunjukkan korelasi antara pemberian MPASI dini dengan pengetahuan (p value 0,017), kecukupan ASI (p value 0,001), pekerjaan (p value 0,001) dan dukungan keluarga (p value 0,001). Petugas kesehatan dapat meningkatkan perhatian ibu menyusui terhadap pemberian MP ASI dengan memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan mengenai kapan waktu yang tepat dalam pemberian MP ASI dan dampak yang terjadi jika bayi terlalu dini diberikan makanan pendamping.
Copyrights © 2025