Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tidak hanya berperan dalam pembentukan karakter spiritual, tetapi juga dalam membiasakan perilaku hidup bersih yang merupakan bagian dari ibadah. Namun, keterbatasan fasilitas dan kepadatan asrama seringkali menimbulkan permasalahan kesehatan, seperti tingginya kasus skabies. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat motivasi diri santri dalam menjaga kebersihan sebagai upaya peningkatan kualitas ibadah sekaligus pencegahan penyakit. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Hidayah Sidoarjo dengan metode edukasi, pelatihan, dan pendampingan berbasis regulasi motivasi diri spiritual. Peserta berjumlah 58 santri, dengan tahapan kegiatan meliputi survei awal, edukasi kesehatan dan kebersihan, pelatihan perilaku hidup bersih, serta penguatan motivasi spiritual melalui nilai ikhlas, sabar, dan tanggung jawab. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan baik pada aspek pengetahuan maupun motivasi. Santri dengan pengetahuan baik meningkat dari 67,2% menjadi 93,1%, sementara motivasi sangat tinggi melonjak dari 17,2% menjadi 82,8%. Secara kualitatif, terjadi perubahan perilaku nyata seperti kebiasaan mencuci sprei, menjaga kebersihan kamar, dan tidak berbagi alat pribadi. Hasil ini menegaskan bahwa integrasi edukasi kesehatan dengan penguatan motivasi spiritual efektif mendorong santri untuk menginternalisasi perilaku hidup bersih sebagai bagian dari ibadah, sekaligus menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, kondusif, dan berkelanjutan
Copyrights © 2026