Kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan metode pembimbingan kepribadian berkarakter melalui pendekatan terapi bersyukur kepada narapidana laki-laki di Lembaga Pemasyarakatan Pancur Batu, Medan. Narapidana terutama laki-laki seringkali mengalami permasalahan psikologis seperti rendah diri, penyesalan berlebihan, dan kesulitan memaknai hidup secara positif yang dapat menghambat proses reintegrasi sosial. Terapi bersyukur (gratitude therapy) merupakan intervensi psikologis yang terbukti efektif meningkatkan kesejahteraan mental dengan cara melatih individu mengenali dan mengapresiasi aspek-aspek positif dalam kehidupan mereka, terapi bersyukur ini juga dapat mengalihkan focus perhatian dari aspek negative atau kekurangan seseorang menuju kepada pengakuan atas sumberdaya positif yang dimiliki seseorang. Metode sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan dengan metode kualitatif yaitu teknik pengumpulan data, diskusi interaktif, dan praktik langsung terapi bersyukur seperti journaling dan refleksi diri. Materi mencakup pemahaman konsep karakter positif, manfaat sikap bersyukur terhadap kesehatan mental, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di lapas. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa cognitive reframing yang mengubah narasi negatif tentang diri dan situasi menjadi perspektif yang lebih konstruktif (β = 0.67, p < 0.001); kedua, peningkatan regulasi emosi yang mengurangi reaktivitas negatif dan impulsivitas (ditunjukkan oleh penurunan kortisol 38% dan peningkatan HRV 38,8%); dan ketiga, rekonstruksi makna hidup yang memotivasi narapidana untuk mengambil tanggung jawab atas masa depan. Untuk memaksimalkan dampak jangka panjang, diperlukan pendampingan berkelanjutan, seperti dosen, pelatihan petugas lapas sebagai fasilitator, pengembangan modul yang disesuaikan dengan konteks lokal, serta pelibatan keluarga narapidana dalam proses pembimbingan, dan kegiatan ini merekomendasikan keberlanjutan pembimbingan bahwa terapi bersyukur sebagai bagian integral dari sistem pembinaan narapidana.
Copyrights © 2025