Kegiatan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tambak Sarioso merupakan upaya strategis dalam memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam mengakses permodalan dan memperoleh sertifikasi halal. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM di wilayah ini meliputi keterbatasan modal usaha, rendahnya literasi keuangan, serta kurangnya pemahaman terhadap prosedur dan manfaat sertifikasi halal. Melalui pendekatan partisipatif, program ini memberikan pelatihan, konsultasi, dan fasilitasi akses kepada lembaga keuangan serta lembaga sertifikasi halal. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Tim pengabdian bekerja sama dengan Pusat Halal Universitas Airlangga untuk pelatihan sertifikasi halal dan PT Bank Jatim untuk sosialisasi akses pembiayaan melalui produk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku UMKM terhadap manajemen keuangan, penyusunan proposal pembiayaan, serta pentingnya legalitas dan sertifikasi halal sebagai faktor penentu daya saing. Selain itu, pendampingan juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan dalam memperkuat ekosistem UMKM. Dengan demikian, pendampingan UMKM berbasis akses permodalan dan sertifikasi halal terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing, kepercayaan konsumen, serta keberlanjutan usaha. Model pendampingan ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai strategi penguatan ekonomi inklusif dan berbasis nilai syariah.
Copyrights © 2025