Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ponorogo yang mencatat angka kasus sebesar 57,03% pada tahun 2024. Pendahnya aktivitas fisik dan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pencegahan hipertensi menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kasus tersebut. Program pengabdian masyarakat GEMAH dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat serta memperkenalkan aktivitas fisik sederhana melalui praktik menanam tanaman timun sebagai tanaman anti hipertensi. Kegiatan dilakukan pada 29 Januari 2025 dan melibatkan 34 peserta melalui rangkaian edukasi, demonstrasi dan praktik penanaman, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, yaitu sebesar 60,58% menjadi 92,35%. Program ini membuktikan bahwa integrasi edukasi kesehatan dengan aktivitas fisik berbasis penanaman dapat menjadi pendekatan yang efektif, terjangkau, dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan hipertensi. Namun, kegiatan ini memiliki keterbatasan, yaitu belum dilakukannya pemantauan jangka panjang dan belum diterapkannya analisis statistik inferensial. Ke depan, diperlukan pendampingan lanjutan agar perubahan perilaku sehat dapat berlangsung lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2025