Artikel ini menganalisis efektivitas program Hibah Pembelajaran Berdampak 2025 di Desa Genengan berupa optimalisasi potensi tanaman singkong di Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Desa Genengan memiliki ketersediaan komoditas singkong yang cukup besar. Permasalahan yang terdapat meliputi pengolahan singkong yang terbatas pada produk sederhana serta pemanfaatan limbah singkong yang umumnya belum diolah menjadi produk bernilai tambah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD) yang memiliki lima tahapan utama yaitu Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Kegiatan optimalisasi potensi singkong mengenalkan 2 produk inovatif yakni nuget singkong sayur dan sabun daun singkong. Hasil pre test dan post test yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dari anggota KWT terhadap pengolahan dan diversifikasi produk dari singkong secara berturut-turut sebesar +29,8, +35, dan +31,3. Hasil tersebut menunjukkan keberhasilan kegiatan sosialisasi dan pelatihan optimalisasi produk singkong kepada KWT Sekar Arum di Desa Genengan
Copyrights © 2026