Anak-anak yang tinggal di panti asuhan sering kali menghadapi tantangan psikososial kompleks yang menghambat kemampuan regulasi emosi mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan pengelolaan emosi pada 16 anak usia 8–15 tahun di Panti Asuhan Siti Balqis Palembang. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi partisipatif yang terbagi dalam empat sesi, meliputi pengenalan emosi dasar, ekspresi emosional, latihan asertivitas melalui roleplay, dan teknik relaksasi pernapasan dengan dukungan media visual PowerPoint. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi emosional yang signifikan, di mana peserta mampu mengidentifikasi emosi dasar dan mulai menggunakan kalimat asertif untuk menyatakan perasaan. Selain itu, tercipta pergeseran iklim komunikasi di panti asuhan, ditandai dengan peningkatan respon empatik dari pengasuh terhadap ekspresi emosi anak. Program ini menyimpulkan bahwa penggunaan media visual dan pendekatan interaktif efektif dalam membangun fondasi regulasi emosi pada anak dalam pengasuhan alternatif. Namun, keberlanjutan perubahan perilaku tetap memerlukan pendampingan berkelanjutan dari pengasuh sebagai model peran di lingkungan panti.
Copyrights © 2026