Latar Belakang: Pendampingan terhadap calon pengantin (catin), ibu hamil dan pascasalin serta balita sangat penting untuk memastikan kondisi risiko stunting teridentifikasi, difahami, ditindaklanjuti dengan treatment dan upaya-upaya kesehatan dan peningkatan status gizi sehingga risiko yang terdeksi dapat ditekan bahkan dihilangkan. Untuk mengoptimalkan peran keluarga, salah satunya dilakukan proses intervensi dalam bentuk pendampingan petugas BKKBN yang bersinergi dengan Kader PKK, Kader KB maupun bidan, yang disebut sebagai pendamping keluarga. Tujuan: Menganalisis secara kualitatif pengetahuan, praktik, dan tantangan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Stunting di Kalurahan Panggungharjo, Sewon Bantul dalam melakukan pendampingan keluarga. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekataan content analysis dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam atau indept interview. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Sampel dalam penelitian ini adalah informan penelitian yaitu TPK stunting di Kalurahan Panggungharjo yang melakukan pendampingan keluarga stunting. Hasil: TPK mengetahui bahwa program pendampingan keluarga bertujuan untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga yang berisiko atau mengalami masalah sosial, TPK mengetahui kondisi keluarga, termasuk status gizi, kesehatan, dan sosial ekonomi, tantangan yang dihadapi oleh TPK saat melakukan pendampingan saat keluarga yang didampingi merasa semua sehat. Saran: TPK stunting meningkatkan koordinasi antar anggota tim dalam melakukan pendampingan keluarga.
Copyrights © 2026