Perkembangan masyarakat urban menghasilkan transformasi dalam struktur sosial, relasi kekuasaan, dan praktik komunikasi masyarakat. Komunikasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat pertukaran informasi, tetapi juga menjadi mekanisme produksi makna dan kekuasaan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi dalam konstruksi kekuasaan simbolik dalam ruang publik masyarakat urban, dengan fokus pada konteks masyarakat Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian konseptual berbasis studi pustaka, serta pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan perspektif antropologi, ilmu politik, dan ilmu komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berperan sebagai mekanisme utama dalam membentuk identitas sosial, membangun legitimasi simbolik, dan mereproduksi struktur kekuasaan dalam masyarakat urban. Ruang publik, baik fisik maupun digital, menjadi arena kontestasi simbolik di mana berbagai aktor sosial berupaya membangun pengaruh dan legitimasi melalui praktik komunikasi. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi merupakan elemen fundamental dalam memahami dinamika kekuasaan dan struktur sosial dalam masyarakat urban.
Copyrights © 2025