ABSTRAKPenelitian ini mengkaji peran strategis Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan dalam meningkatkan partisipasi pemilih di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sebagai daerah pemekaran baru dengan tantangan geografis, sosial, dan budaya yang kompleks, Papua Pegunungan memerlukan pendekatan penyelenggaraan pemilu yang kontekstual dan sensitif terhadap kondisi lokal. Melalui metode kualitatif studi kasus, penelitian ini menggambarkan strategi yang digunakan oleh komisioner KPU, termasuk komunikasi personal dengan tokoh adat, sosialisasi berbasis budaya lokal, serta adaptasi terhadap keterbatasan infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kultural dan partisipatif lebih efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat dan meningkatkan keterlibatan pemilih. Keberhasilan ini menjadi bukti pentingnya pemahaman lokal dalam mengimplementasikan demokrasi secara substansial, serta memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan demokrasi inklusif di wilayah-wilayah marjinal Indonesia.Kata Kunci: Partisipasi Pemilih, Kepercayaan, Demokrasi Lokal, Pendekatan Budaya, Sistem Noken, Komunikasi Politik ABSTRACTThis research examines the strategic role of the Commissioners of the General Election Commission (KPU) of Papua Mountains Province in increasing voter participation in underdeveloped, frontier, and outermost (3T) areas. As a new expansion region with complex geographical, social and cultural challenges, Papua Pegunungan requires an approach to organizing elections that is contextual and sensitive to local conditions. Through a qualitative case study method, this research describes the strategies used by KPU commissioners, including personal communication with traditional leaders, local culture-based socialization, and adaptation to infrastructure limitations. The results show that cultural and participatory approaches are more effective in building community trust and increasing voter engagement. This success is a testament to the importance of local understanding in implementing democracy in a substantial way, and makes a significant contribution to the development of inclusive democracy in Indonesia's marginalized regions.Keywords: Voter Participation, Trust, Local Democracy, Cultural Approach, Noken System, Political Communication
Copyrights © 2025