Religiusitas merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena mendukung perkembangan moral, spiritual, etika, sekaligus kompetensi akademik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pengawas sekolah dalam menumbuhkan religiusitas di SMK di Kabupaten Musi Banyuasin. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan peserta didik sebagai informan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas sekolah memiliki peran strategis melalui tiga dimensi utama. Pertama, supervisi akademik yang mendorong integrasi nilai-nilai religius dalam setiap mata pelajaran sehingga pembelajaran tidak hanya menekankan aspek kognitif tetapi juga penguatan karakter spiritual peserta didik. Kedua, fasilitasi peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, workshop, dan pendampingan terkait pengembangan materi pembelajaran yang mengedepankan akhlak dan etika. Ketiga, penguatan komunitas belajar berbasis nilai religius, meliputi pembiasaan kegiatan keagamaan, program mentoring, dan aktivitas ekstrakurikuler yang menanamkan spiritualitas. Peran pengawas ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif bagi pengembangan religiusitas peserta didik, meningkatkan motivasi guru dalam menanamkan nilai moral, serta mendorong kolaborasi warga sekolah dalam membangun budaya religius. Temuan penelitian menegaskan bahwa pengawas sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pengawas administratif tetapi juga sebagai fasilitator pedagogis dan moral, sehingga memberikan implikasi penting bagi praktik supervisi pendidikan di SMK serta pengembangan karakter peserta didik secara holistik.
Copyrights © 2026