Mozaik Humaniora
Vol. 13 No. 2 (2013)

Simbol Kejayaan Ibukota Sriwijaya dalam Tiga Prasasti Sriwijaya di Palembang

Dedi Irwanto Muhammad Santun Dedi Irwanto (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2013

Abstract

AbstrakSriwijaya adalah salah satu kerajaan “tertua” di Nusantara serta salah satu kerajaan terbesar yang pernah hadir secara politis di tanah air. Namun, sebetulnya Kerajaan Sriwijaya justru kerajaan“termuda” di Nusantara secara penemuannya, karena nama Kerajaan Sriwijaya baru “tergali” dan muncul ke permukaan di sekitar awal abad ke-20 setelah ditemukannya beberapa prasasti. Tulisan ini mencoba memaknai secara semiotis prasasti-prasasti tinggalan Sriwijaya yang ada di Kota Fo-shih, Musi, Wijaya, Palembang. Penelitian sebelumnya mengenai prasasti Kedukan Bukit, Telaga Batu, dan Talang Tuwo belum banyak membahas tentang makna di balik bentuk fisik prasasti-prasasti tersebut. Dengan menggunakan metode semiotika, penelitian ini berusaha mengungkapkan makna berbagai bentuk prasasti yang selama ini sangat bernilai dalam menguak kota Palembang di masa Kerajaan Sriwijaya. Hasil analisis semiotis pada bentuk prasasti Kedukan Bukit mengungkapkan ibukota Sriwijaya sebagai Kota Dagang, Kota Agama dan Kota Pelajar yang dikunjungi banyak orang. Bentuk prasasti Telaga Batu menandakan simbol Kota Pemerintahan yang bersih, serta bentuk prasasti Talang Tuwo menandakan simbol Kota Wisata yang makmur dan beruntung. Dengan segala pujian seperti ini, dapat dikatakan bahwa Kota Fo-shih sebagai ibukota Sriwijaya adalah kota metropolis pada masanya.Kata kunci: ibukota, prasasti, semiotika, Sriwijaya

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

MOZAIK

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Mozaik Humaniora is a journal that focuses on the scope of humanities and accepts articles on cultural studies, linguistic and literary studies, as well as philology and historical studies. ...