Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Media Daring Detik.com dan Tirto.ID membingkai aksi demonstrasi mahasiswa bertajuk "Indonesia Gelap" yang berlangsung pada Februari 2025. Aksi Indonesia Gelap ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan efisiensi anggaran pendidikan yang dinilai merugikan masa depan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Robert N Entman yang mencakup empat elemen utama yaitu Pendefinisian Masalah, Sebab Masalah, Keputusan Moral, dan Rekomendasi Penyelesaian. 3 Berita dari masing-masing media dipilih secara purposive untuk dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa Detik.com cenderung membingkai aksi sebagai bentuk pesimisme publik khususnya mahasiswa dan menekankan pentingnya memberi waktu kepada Pemerintah untuk bekerja. Sementara itu, Tirto.ID membingkai aksi sebagai bentuk kritik konstruktif dalam ruang demokrasi yang perlu ditanggapi dengan komunikasi dua arah dan respons kebijakan. Temuan inu menunjukan bahwa kedua media memiliki konstruksi realitas yang berbeda dalam menyampaikan isu yang sama, di mana Detik.com lebih menekankan stabilitas dan ketertiban, sedangkan Tirto.ID menekankan partisipasi publik dan transparansi pemerintah. Penelitian ini menegaskan bahwa media massa tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk makna sosial melalui proses pembingkaian.
Copyrights © 2025