Deforestasi lahan merupakan salah satu kondisi krusial yang terjadi di Indonesia sebagai salah satu negara dengan megabiodiversitas di dunia. Upaya konservasi hutan melalui pembibitan pohon pada lahan gersang menjadi salah satu strategi keberlanjutan ekologi di area Malang, khususnya di hutan P-Wec Petungsewu, Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Program pengabdian ini menerapkan Circular Bioeconomy Framework (CBF) untuk mengubah aktivitas pembibitan dan penanaman pohon menjadi sistem ekonomi sirkular yang menghubungkan konservasi in-situ dan ex-situ dengan penciptaan nilai ekonomi. Keterkaitan dengan SDGs 15 Life on Land ditegaskan melalui pengabdian konservasi hutan ini melalui upaya pelestarian spesies endemik wilayah Malang dan Indonesia yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi keberlanjutan tinggi. Hasil pengabdian adalah terwujudnya sistem bioekonomi sirkular dengan indikator input lokal (melalui media tanam, benih, dan tenaga pada aktivitas pembibitan) serta zero-waste system di area Hutan P-Wec melalui daur ulang limbah organic berupa pupuk kompos hasil limbah daun pohon. Hal ini terbukti dapat meningkatkan porositas dan aerasi tanah, sehingga dapat meningkatkan efektifitas pertumbuhan bibit pada lahan. Hasil berupa 17 jenis spesies bibit pohon yang sudah ditanam dan 5kg pupuk kompos dan 5kg sekam yang telah diolah dari limbah organik hutan P-Wec
Copyrights © 2026