Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiko usahatani kentang di Desa Bongkudai Timur, Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 14 petani yang mengusahakan tanaman kentang pada musim tanam bulan September s.d Desember tahun 2024. Metode analisis data menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian ada empat jenis resiko yang terdiri atas sembilan indikator yang diteliti. Resiko yang mempunyai dampak kerusakan (severity) paling parah adalah resiko iklim dan cuaca, dan resiko serangan hama penyakit. Resiko yang paling sering terjadi (frequency) adalah serangan hama dan penyakit. Resiko yang paling bisa terdeteksi kemungkinannya (probability) adalah resiko iklim dan cuaca serta serangan hama dan penyakit. Keduanya sama-sama berkemungkinan besar untuk bisa terdeteksi. Ada dua potensi kegagalan yang menjadi prioritas resiko, yaitu iklim dan cuaca, dan serangan hama penyakit. Penilaian berdasarkan analisis FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) menunjukkan petani kurang maksimal dalam mengupayakan penanganan resiko yang terjadi pada usahatani kentang sehingga identifikasi, evaluasi dan penerapan strategi mitigasi resiko sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan profitabilitas usahatani kentang. Dengan demikian petani dapat meningkatkan ketahanan usahataninya, mengurangi kerugian dan memaksimalkan potensi keuntungan.
Copyrights © 2026