Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran modal sosial pedagang hortikultura di Pasar Bersehati Kota Manado. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel menggunakan stratifikasi dimana populasi pedagang hortikultura berjumlah 145 populasi adapun kriteria yang dijadikan sebagai sampel ada pedagang yang memproduksi langsung dari lapak sehingga cara pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga responden sebanyak 21 pedagang dimana pedagang sayur kangkung 8 responden, pedagang buah papaya 7 responden dan pedagang buah semangka 6 responden. Metode analisis data menggunakan deskriptif dengan menggunakan skor skala Likert 3 poin dengan pernyataan yaitu 12 untuk mengukur peran kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial terhadap usaha mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator modal sosial berada pada kategori “berperan” dengan skor total 733 dari 756. Dimensi jaringan sosial menjadi yang tertinggi, terutama pertukaran informasi antar pedagang yang mencapai 100%. Kepercayaan dan norma sosial juga menunjukkan skor tinggi, mencerminkan kepatuhan aturan, solidaritas, dan komunikasi yang baik. Modal sosial berperan besar dalam mendukung usaha pedagang hortikultura di Pasar Bersehati. Kepercayaan dan norma sosial menjaga stabilitas hubungan dagang, sementara jaringan sosial yang luas memperlancar distribusi, pemasaran, dan meningkatkan solidaritas.
Copyrights © 2026