Efisiensi energi dalam industri makanan dan minuman memainkan peran penting dalam meningkatkan keinginan dan daya saing industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi energi dalam industri makanan dan minuman manufaktur berdasarkan konsep termodinamika, serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab inefisiensi dan membandingkannya dengan standar efisiensi energi internasional. Metode penelitian yang digunakan mencakup pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data konsumsi energi dari berbagai industri makanan dan minuman di Indonesia. Teknik analisis yang digunakan meliputi perhitungan Energy Performance Indicator (EnPI) dan evaluasi termodinamika terhadap sistem produksi utama seperti boiler, pendingin, dan sistem pemanas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi industri makanan dan minuman di Indonesia masih 20–34% lebih tinggi dibandingkan standar internasional. Penyebab utama inefisiensi energi meliputi sistem pemanas dan pendingin yang kurang optimal, penggunaan mesin sistem pemanas dan pendingin yang kurang optimal, penggunaan mesin produksi yang usang, serta minimnya sistem automasi dan pemantauan energi . Penerapan teknologi efisiensi energi, seperti sistem pemulihan panas, inverter pada sistem pendingin, dan digitalisasi pemantauan energi , dapat meningkatkan efisiensi hingga 15–30% , serta mengurangi biaya energi secara signifikan.
Copyrights © 2025