Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gastromunikasi, yaitu praktik komunikasi nonverbal melalui makanan, sebagai penunjang minat beli konsumen pada produk inovatif Kue Logo. Kue Logo merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memadukan kuliner dengan teknologi pencetakan 3D untuk membuat hiasan atau topping berbentuk logo atau model kustom yang terbuat dari cokelat, keju, strawberry dan sebagainya pada berbagai produk makanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus naratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 13 informan (1 pemilik, 2 karyawan, 10 konsumen), observasi partisipatif pasif dan analisis dokumen (media sosial dan website). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gastromunikasi menjadi inti diferensiasi produk Kue Logo. Personalisasi visual melalui logo yang dicetak menggunakan printer 3D mengubah makanan dari yang semula hanya objek konsumsi menjadi artifak komunikatif yang menyampaikan pesan identitas, kebanggaan dan nilai emosional. Proses ini menciptakan nilai ekspresif dan pengalaman partisipatif yang kuat, yang secara signifikan mendorong minat beli awal, niat pembelian ulang, loyalitas dan rekomendasi (word-of-mouth). Teknologi 3D printing berperan sebagai enabler kunci yang memungkinkan realisasi gastromunikasi secara presisi dan fleksibel, serta mengarah pada model bisnis kolaboratif yang scalable. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi gastronomi, komunikasi nonverbal dan teknologi digital menciptakan nilai tambah yang kuat dalam pemasaran kuliner modern, serta memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan UMKM kreatif
Copyrights © 2025