Laporan nasional pada tahun 2023 menunjukkan jumlah kumulatif orang dengan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Indonesia mengidentifikasi 57.299 individu. Manifestasi klinis HIV dapat tumpang tindih dengan manifestasi penyakit autoimun. Laporan kasus ini mengevaluasi pendekatan tata laksana pasien HIV yang mengalami loss to follow-up (LTFU) dengan koinfeksi Lupus Eritematosus Sistemik (LES), suatu kombinasi yang jarang dilaporkan. Pendekatan multi-disipliner yang diterapkan meliputi deteksi dini infeksi oportunistik, inisiasi ulang ARV, pemberian profi-laksis, serta dukungan psikososial untuk meningkatkan kepatuhan dan mencegah LTFU berulang. Pendekatan ini menghasilkan kondisi stabil pada pasien. Hal ini menunjukkan pentingnya koordinasi layanan medis dan pemantauan laboratorium berkala pada kasus HIV-LES dengan riwayat putus obat. Pada laporan ini dibahas mengenai berbagai implikasi klinis dan terapeutik yang kompleks serta pendekatan tata laksana peristiwa putus obat (LTFU) yang bertujuan untuk memaparkan pendekatan tata laksana pada pasien HIV putus pengobatan dengan infeksi oportunistik pada pasien Lupus Eritematosus Sistemik.
Copyrights © 2026