Stres oksidatif akibat klorpirifos, yang merupakan zat aktif dari pestisida Dursban, menyebabkan menurunkan produksi γ-glutamylcysteinylglycine atau glutation (GSH) sebuah antioksidan alami yang diproduksi hepar. Neem gum dipercaya dapat digunakan sebagai antioksidan protektif untuk meningkatkan produksi GSH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dosis neem gum dengan kadar GSH hepar tikus Wistar yang diekspos Dursban. Tikus Wistar dibagi menjadi 5 kelompok (pemberian Dursban 5 mg/kg + neem gum 0 g/kgBB; 1,875 g/kgBB; 3,75 g/kgBB; 7,5 g/kgBB, dan 15 g/kgBB). Perlakukan diberikan selama 28 hari. Pengukuran kadar GSH hepar menggunakan metode Ellman yang dimodifikasi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat tren peningkatan kadar GSH hepar seiring dengan peningkatan dosis neem gum . Hasil uji regresi menunjukkan adanya hubungan antara dosis neem gum dengan kadar GSH hepar (R2 = 0,957) dan uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif kuat (R = 0,609, p = 0,007). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara dosis neem gum terhadap kadar GSH hepar tikus wistar yang diekspos Dursban. Peningkatan dosis neem akan meningkatkan kadar GSH hepar dengan hubungan persamaan kuadratik.
Copyrights © 2026