Latar belakang: Menstruasi merupakan peristiwa penting dalam kehidupan seorang remaja putri. Beberapa remaja mengalami gangguan pada saat haid (dismenorea). Penanganan nyeri menstruasi terbagi dua kategori yaitu pendekatan farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu penanganan nonfarmakologi adalah pemberian jus wortel. Wortel merupakan salah satu sayuran yang biasanya dimanfaatkan sebagai bahan sayur sop atau dijadikan campuran makanan. Tujuan: Pemberian jus wortel pada siswi SMK - TR Pembangunan Nasional Pantai Labu dilaksanakan dalam kegiatan program pengabdian masyarakat khususnya terhadap remaja yang bertujuan untuk menurunkan nyeri/dismenorea yang dialami remaja siswi pada saat haid. Partisipan pada kegiatan ini adalah seluruh siswi SMK - TR Pembangunan Nasional Pantai Labu sebanyak 93 orang yang dilaksanakan pada minggu ke empat bulan November 2025. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan: 1) memberikan penjelasan tentang tujuan kegiatan; 2) mendata demografi siswi untuk partisipan giat PkM; 3) memberikan edukasi tentang nyeri haid dan upaya nonfarmakologis upaya mengatasi nyeri haid; 4) melatih siswi mempersiapkan jus wortel cara mengonsumsinya. Hasil evaluasi dari remaja didapatkan informasi manfaat dari wortel yang dikonsumsi sebanyak 250 gram dan diolah menjadi jus dengan tambahan air 200 cc dan dilakukan 2 kali sehari dengan interval 4 jam selama 3 hari berturut-turut sejak hari pertama haid. Dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi jus wortel sewaktu haid dapat mengurangi nyeri haid (dismenorea). Kesimpulan: Kandungan vitamin E dan betakarotein pada wortel dapat memblok prostaglandin yang direlease tubuh saat haid. Prostaglandin merupakan hormon yang berperan menyebabkan dismenore atau nyeri haid. Untuk itu, diharapkan agar remaja putri dapat memanfaatkan minuman jus wortel untuk mengurangi nyeri menstruasi sebagai salah satu cara nonfarmakologi yang aman dan mudah untuk didapatkan.
Copyrights © 2026