Latar Belakang: Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga menjadi salah satu upaya penting dalam menurunkan risiko penyakit akibat rokok, terutama bagi kelompok masyarakat dengan risiko tinggi seperti pasien Klaster 3. Merokok merupakan kebiasaan yang berdampak negatif terhadap kesehatan individu dan lingkungan sekitarnya. Tujuan: Mengetahui gambaran Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta upaya berhenti merokok pada pasien Klaster 3 di wilayah kerja Puskesmas Tenggilis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Pengambilan data dilakukan terhadap 50 pasien Klaster 3 di Puskesmas Tenggilis pada Februari 2025. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur yang mencakup aspek pengetahuan tentang penerapan indikator PHBS, bahaya merokok, dan sikap terhadap berhenti merokok. Hasil: Sebanyak 50% responden menunjukkan penerapan PHBS yang baik, terutama pada indikator penggunaan air bersih, kebiasaan mencuci tangan, dan olahraga. Sementara itu, 66% responden masih aktif merokok, 42% merokok di dalam rumah, dan 86% terpapar asap rokok dalam satu bulan terakhir. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik mengenai bahaya merokok, namun hanya 68% yang memiliki keinginan untuk berhenti. Kesimpulan: Penerapan PHBS belum optimal, sementara kebiasaan merokok masih tinggi meskipun tingkat pengetahuan responden mengenai bahaya merokok cukup baik. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan pendekatan yang lebih personal untuk meningkatkan kesadaran serta komitmen dalam menjalankan PHBS dan berhenti merokok. Kata Kunci: PHBS, Merokok, Pengetahuan
Copyrights © 2026