Latar belakang: Perawatan bayi BBLR di ruang intensif mempunyai dampak bagi orang tua seperti rasa takut, bersalah, stres dan cemas. Perasaan stres orang tua tidak boleh diabaikan karena apabila orang tua merasa stres, akan membuat orang tua tidak dapat merawat anaknya dengan baik. Mekanisme koping dibutuhkan untuk menekan tingkat stres yang dialami orang tua.Tujuan : Mengetahui hubungan mekanisme koping dengan tingkat stres orang tua pada bayi BBLR yang di rawat di ruang NICU RSUD dr. SOEDIRAN Mangun Sumarso Wonogiri. Metode: Penelitian kuantitatif. Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasional, dengan pendakatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 43 orang tua yang mempunyai bayi BBLR yang dirawat di Rung NICU. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner mekanisme koping dan kuesioner Depresion Anxiety Stres Scale 42 (DASS 42) dan hanya diambil pada dimensi pertanyaan tingkat stres. data dianalisis menggunakan uji regresi sederhana. Hasil penelitian: Sebanyak 25 responden (58,1%) responden melakukan mekanisme koping maladaptif, 18 responden (41,9%) melakukan mekanisme koping adapatif. Sebanyak 31 orang (74,1%) mengalami stres kategori sedang dan 12 orang (27,1%) mengalami stres ringan. Hasil regresi sederhana diperoleh nilai p-value= 0,001 (p<0,05). Kesimpulan : Ada hubungan mekanisme koping dengan tingkat stres orang tua pada bayi BBLR yang di rawat di ruang NICU RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri
Copyrights © 2025