Masjid merupakan bangunan ibadah yang menuntut tingkat kenyamanan tinggi guna mendukung kekhusyukan jamaah. Salah satu aspek kenyamanan yang berperan penting adalah kondisi kebisingan, terutama pada masjid yang berada di kawasan perkotaan dengan intensitas aktivitas dan lalu lintas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan lingkungan dan kebisingan ruang dalam Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh serta mengkaji keterkaitannya dengan desain arsitektur bangunan. Fokus penelitian dibatasi pada pengukuran tingkat kebisingan (sound pressure level), tanpa menganalisis parameter akustik lanjutan seperti waktu dengung dan kejelasan tutur. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Data kuantitatif diperoleh melalui pengukuran tingkat kebisingan menggunakan Sound level meter (SLM) digital yang terkalibrasi pada dua kondisi, yaitu aktivitas rendah dan aktivitas tinggi. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi terstruktur dengan jamaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan ruang dalam masjid mencapai rata-rata 54,8 dB pada kondisi aktivitas rendah dan meningkat hingga di atas 70 dB pada kondisi aktivitas tinggi, yang melebihi standar kebisingan ruang ibadah. Tingginya kebisingan dipengaruhi oleh kebisingan lingkungan sekitar serta karakter desain arsitektur masjid, seperti bukaan yang besar dan bentuk kubah yang bersifat reflektif. Penelitian ini merekomendasikan pengendalian kebisingan melalui pendekatan desain arsitektur pasif berupa penguatan vegetasi, penggunaan barrier akustik, dan pengaturan bukaan bangunan.
Copyrights © 2026