Lichen adalah organisme simbiotik antara jamur dan alga atau cyanobacteria yang sangat sensitif terhadap perubahan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman jenis Lichenes sebagai indikator kualitas udara di Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat. Kawasan konservasi ini memiliki zonasi yang unik, yaitu bagian dalam (primer) dan luar (sekunder), yang berbatasan langsung dengan aktivitas wisata, sehingga potensi tekanan pencemaran udaranya perlu diukur. Namun, data mengenai kualitas udara berbasis bioindikator di kawasan ini masih terbatas. Metode yang digunakan adalah eksplorasi jelajah di dua lokasi, yaitu kawasan Cagar Alam Pangandaran bagian dalam dan luar. Data yang dikumpulkan meliputi jenis dan jumlah Lichenes, serta faktor abiotik seperti suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Dari data tersebut dihitung indeks keanekaragamannya menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan dalam Cagar Alam memiliki keanekaragaman tinggi (H' = 2,95), sedangkan di kawasan luar hanya ditemukan dua spesies yang toleran terhadap polusi, yaitu Dirinaria picta dan Dirinaria applanata dengan H' = 0,67. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kawasan luar cagar alam mengalami tekanan kualitas udara yang lebih besar dibandingkan kawasan dalam. Studi ini secara praktis mengimplikasikan pentingnya pemantauan lingkungan berkelanjutan di kawasan penyangga cagar alam dan memperkuat peran Lichenes sebagai alat bioindikatoryang efektif dan murah dalam strategi konservasi.
Copyrights © 2025