Kebutuhan air bersih di perkotaan sebagian besar dipenuhi melalui pengolahan air sungai. Dari proses pengolahan tersebut terdapat hasil sampingan berupa lumpur yang dapat menimbulkan dampak negatif jika dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pemanfaatan limbah lumpur dari instalasi pengolahan air minum (IPAM) sebagai bahan substitusi agregat halus pada pembuatan paving block. Lumpur IPAM dikeringkan terlebih dulu, diayak, kemudian dicampur dengan semen dan pasir dalam tiga variasi komposisi (15%, 25%, dan 35%). Setelah proses pengeringan selama 28 hari, sampel diuji kuat tekannya berdasarkan SNI 03-0691-1996. Hanya variasi 15% yang memenuhi standar mutu D dan dapat digunakan untuk area beban ringan seperti taman atau halaman, sedangkan variasi 25% dan 35% tidak memenuhi persyaratan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kadar lumpur dalam paving block menyebabkan penurunan kuat tekan. Kelebihan lain dari pemanfaatan lumpur adalah menurunkan biaya produksi sekitar 5% dan mendukung prinsip ekonomi sirkuler.
Copyrights © 2026