Poli metil metakrilat (PMMA) adalah resin dasar gigi tiruan yang paling umum digunakan sebagai bahan basis gigi tiruan akrilik. Resin akrilik memiliki beberapa sifat yang perlu diperhatikan seperti sifat fisik dan mekanis yaitu porositas dan kekuatan fleksural. Porositas dalam jumlah besar dapat melemahkan gigi tiruan sehingga makanan mudah menempel dan menjadi tempat perlekatan mikroorganisme. Kekuatan fleksural menggambarkan kemampuan material untuk menahan kombinasi gaya kompresi, gaya tekan, gaya tarik dan gaya geser ketika berfungsi didalam rongga mulut. Apabila basis gigi tiruan tidak mampu menahan tekanan fleksural karena pengunyahan tersebut, maka basis gigi tiruan akan patah. Tujuan: Studi ini dirancang untuk mengevaluasi porositas dan kekuatan fleksural heat cured acrylic resin dengan metode polimerisasi water bath konvensional dan energi microwave. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR). Hasil: Resin akrilik yang diproses dengan metode polimerisasi microwave memiliki rata-rata porositas yang lebih tinggi dibandingkan resin akrilik yang diproses dengan metode polimerisasi water bath konvensional, dan juga resin akrilik yang diproses dengan metode polimerisasi microwave memiliki rata-rata kekuatan fleksural yang lebih rendah dibandingkan resin akrilik yang diproses dengan menggunakan metode polimerisasi water bath konvensional. Kesimpulan: Metode polimerisasi water bath konvensional terbukti memiliki pengaruh besar pada sifat resin akrilik, Metode polimerisasi microwave merupakan metode alternatif lain yang dapat di gunakan dalam melakukan pemrosesan basis gigi tiruan akrilik.
Copyrights © 2026