Abstrak penelitian ini menjelaskan bahwa Indonesia, khususnya Sumatera Barat yang rawan bencana, memerlukan identifikasi korban yang cepat dan akurat, di mana struktur mandibula yang resisten dapat dimanfaatkan melalui radiografi panoramik untuk penentuan jenis kelamin pada populasi spesifik seperti suku Minang. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dimensi tinggi dan lebar kondilus mandibula pada radiografi panoramik sebagai dasar identifikasi jenis kelamin pada mahasiswa suku Minang usia 20–25 tahun di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah. Penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional ini menggunakan populasi 172 mahasiswa, dengan sampel 50 subjek (25 laki-laki, 25 perempuan) suku Minang dua generasi yang dipilih secara purposive. Instrumen berupa radiografi panoramik digital (Ortopantomograph Instrumentarium OC 200 D) yang dianalisis menggunakan perangkat lunak Cliniview/MicroDicom untuk mengukur tinggi dan lebar kondilus kanan dan kiri dalam satuan milimeter, kemudian data dianalisis menggunakan uji independent t-test pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata tinggi dan lebar kondilus mandibula, baik sisi kanan maupun kiri, pada laki-laki secara konsisten lebih besar dibandingkan perempuan pada rentang usia tersebut. Kesimpulannya, dimensi kondilus mandibula pada radiografi panoramik berpotensi digunakan sebagai salah satu parameter morfometrik dalam identifikasi jenis kelamin pada populasi suku Minang dalam konteks kedokteran gigi forensik.
Copyrights © 2026