Nilai perusahaan merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan, khususnya pada sektor consumer non-cyclical yang bersifat defensif namun tetap menghadapi tekanan isu lingkungan dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Green accounting dan Free cash flow terhadap nilai perusahaan dengan Green intellectual capital sebagai variabel moderasi. Objek penelitian difokuskan pada 53 perusahaan consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2023 dengan total 159 data observasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling serta analisis regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Green accounting berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, yang menegaskan bahwa praktik akuntansi ramah lingkungan mampu memberi sinyal positif kepada investor. Sebaliknya, Free cash flow berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, sehingga fleksibilitas arus kas tidak dipandang sebagai faktor utama dalam peningkatan nilai. Selain itu, Green intellectual capital tidak terbukti memoderasi hubungan Green accounting dengan nilai perusahaan, bahkan memperlemah pengaruh Free Cash Flow. Temuan ini menegaskan bahwa nilai perusahaan lebih ditentukan oleh strategi keberlanjutan melalui Green accounting, sementara pemanfaatan Free cash flow membutuhkan tata kelola yang lebih optimal untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang. Kata Kunci: Green accounting, Free Cash Flow, Green intellectual capital, Nilai Perusahaan
Copyrights © 2026