Penelitian ini menganalisis pengaruh pengumuman Right issue dan Stock Split terhadap abnormal return saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022–2024. Metode event study digunakan untuk mengukur Cumulative Abnormal Return (CAR) dalam jendela waktu selama 11 hari, yaitu lima hari perdagangan sebelum dan sesudah tanggal pengumuman aksi korporasi (t = -5 hingga t = +5). Abnormal return dihitung dengan pendekatan market-adjusted model, yaitu selisih return saham terhadap return IHSG. Untuk pengumuman right issue yang data CAR-nya tidak terdistribusi normal, digunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Sementara itu, untuk stock split yang menunjukkan distribusi normal, digunakan uji Paired Samples t-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengumuman right issue menimbulkan perbedaan CAR yang signifikan secara statistik, yang mencerminkan adanya reaksi pasar. Sebaliknya, pengumuman stock split tidak menghasilkan perbedaan CAR yang signifikan, yang mengindikasikan respons pasar yang netral. Temuan ini menunjukkan bahwa pasar bereaksi berbeda terhadap masing-masing aksi korporasi, kemungkinan karena perbedaan persepsi investor terhadap risiko dilusi (right issue) dan efek sinyal atau likuiditas (stock split). Kata Kunci: Right issue, Stock Split, Abnormal Return, Cumulative Abnormal Return (CAR), Event Study, Reaksi Pasar, Uji Wilcoxon, Uji t Berpasangan.
Copyrights © 2026